CCI Menyelesaikan Pembelian RCB Aditya Birla-Led 16.660 Crore

Komisi Persaingan India (CCI) secara resmi menyetujui pembelian Royal Challengers Bengaluru (RCB) senilai ₹16.660 crore pada tanggal 30 Juni 2026. Konsorsium yang dipimpin Aditya Birla mengakuisisi waralaba kriket dari United Spirits Ltd (USL) dalam kesepakatan besar-besaran yang semuanya tunai. Grup kuat ini mencakup Grup Aditya Birla, Grup The Times of India, Bolt Ventures, dan Blackstone. Oleh karena itu, jalan menuju perubahan formal dalam kepemilikan salah satu tim olahraga paling terkenal di India kini sudah jelas.

C-2026/05/1425 : CCI menyetujui akuisisi 100% kepemilikan saham Royal Challengers Sports oleh konsorsium yang terdiri dari Big Banyan Holdings, Bolt IPL Holdings, Times Internet, Times Cricket, ICQ Opportunities, Asia Investment Topco II dan lainnya pic.twitter.com/mPTgEKTw0U

— CCI (@CCI_India) 30 Juni 2026

Kesepakatan itu melibatkan akuisisi 100 persen saham Royal Challengers Sports Pvt Ltd. Entitas ini memiliki tim Putra di Liga Utama India (IPL) dan tim Wanita di Liga Utama Wanita (WPL). Akibatnya, transaksi senilai $1,78 miliar ini menjadi salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah IPL.

Detail Pembelian Konsorsium Aditya Birla

Struktur kepemilikan baru ini merupakan gabungan dari beberapa raksasa bisnis global yang mengoperasikan waralaba tersebut. Aryaman Vikram Birla, direktur Aditya Birla Group akan memimpin franchise ini. Satyan Gajwani dari The Times of India akan mengambil peran sebagai wakil ketua.

Kelompok pembeli terdiri dari beberapa perusahaan berbeda untuk memberikan dukungan finansial yang kuat. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Big Banyan Holdings (Aditya Birla Group), Bolt IPL Holdings, Times Internet dan Times Cricket. Grup ini juga mencakup ICQ Opportunities dan Asia Investment Topco II, dana yang dikelola oleh Blackstone.

Grup Aditya Birla berencana mengoperasikan tim tersebut melalui perusahaannya, Big Banyan Holdings. Konglomerat global ini telah mempunyai akar yang kuat di banyak industri seperti logam, semen, fesyen, dan ritel. Selain itu, grup ini sebelumnya mensponsori RCB dan tim lain seperti Rajasthan Royals. Cabang real estate mereka, Birla Estates, bahkan mensponsori Gujarat Titans selama musim 2026.

Investor Internasional Bergabung dengan Keluarga RCB

Kesepakatan ini menyoroti meningkatnya nilai aset olahraga India bagi investor internasional. Misalnya, Bolt Ventures adalah bagian dari konsorsium pemenang. Perusahaan ini milik David Blitzer, seorang investor olahraga yang sangat terkenal. Akibatnya, RCB kini berbagi pemilik dengan tim global seperti Crystal Palace di Liga Premier dan Philadelphia 76ers di NBA.

Selain itu, Blackstone telah bergabung dalam kesepakatan tersebut sebagai manajer aset alternatif terbesar di dunia. Mereka menangani investasi besar-besaran di bidang real estat, ekuitas swasta, dan kredit. Kehadiran mereka dalam kesepakatan ini menunjukkan bahwa para pakar keuangan terbesar di dunia percaya akan masa depan IPL.

Times Internet Limited menghadirkan keahlian media yang kuat. Perusahaan yang dipimpin Satyan Gajwani juga memiliki saham di tim kriket lainnya, termasuk London Spirit dan tim di Major League Cricket. Artinya, grup kepemilikan baru ini memiliki perpaduan unik antara kekuatan bisnis lokal dan keahlian olahraga global.

Peran Komisi Persaingan India

CCI adalah regulator perdagangan adil di India untuk memastikan persaingan bisnis yang adil. Penjualan RCB begitu besar sehingga CCI harus menyelidiki masalah tersebut. Jika nilai tersebut berada di atas ambang batas keuangan tertentu, regulator akan memeriksa kesepakatan tersebut untuk memastikan tidak ada praktik bisnis yang tidak adil.

CCI mengumumkan persetujuan tersebut melalui postingan di platform media sosial X. Regulator menegaskan kesepakatan tersebut tidak merugikan persaingan di pasar India dengan memberikan lampu hijau. Persetujuan ini berarti konsorsium bisa mengambil alih kendali tim.

Jalan RCB Menuju Penjualan Bersejarah

Perjalanan menuju penjualan ini dimulai pada November 2025. Saat itu, perusahaan minuman keras Diageo mengumumkan akan meninjau aset non-intinya, termasuk waralaba RCB. Selanjutnya, banyak grup terkenal mencoba membeli tim tersebut. Keluarga Glazer, pemilik Manchester United, menunjukkan minat yang kuat terhadap franchise tersebut.

Lebih lanjut, Adar Poonawalla dari Serum Institute of India juga mencoba mengakuisisi tim tersebut. Namun, konsorsium yang dipimpin Aditya Birla kemudian mengalahkan tawaran lainnya dengan tawaran sebesar ₹16.660 crore. Sementara itu, Tuan Poonawalla bergabung dengan kelompok lain yang dipimpin oleh Lakshmi Mittal untuk membeli Rajasthan Royals seharga $1,65 miliar.

Untuk berita dan pembaruan IPL lainnya, ikuti Blog S9S9

Tinggalkan Balasan