“Ryan ten Doeschate Mengatakan Vaibhav Sooryavanshi Harus Menunggu Debut di India”.

Asisten pelatih India Ryan ten Doeschate mengonfirmasi pada 29 Juni 2026, bahwa bintang pemukul remaja Vaibhav Sooryavanshi harus menunggu debut internasionalnya. Berita ini menyusul kekalahan mengejutkan seri 2-0 India dari Irlandia di Belfast.

Meski banyak penggemar yang mengharapkan pemain berusia 15 tahun itu bermain, manajemen tim memutuskan untuk tetap menyimpannya di bangku cadangan. Ten Doeschate menjelaskan bahwa meski sang pemain muda sudah benar-benar siap, ia harus mengikuti proses yang sama seperti pemain lainnya.

Mengapa India Mempertahankan Vaibhav Sooryavanshi di bangku cadangan

Manajemen tim India memilih untuk mempercayai pemain mapan selama tur Irlandia. Bahkan setelah India kalah di laga pertama, mereka tidak mengubah pasangan pembuka Sanju Samson dan Abhishek Sharma. Ten Doeschate mengatakan tim ingin memberikan pemain jangka panjang untuk membangun kepercayaan diri mereka.

Baru-baru ini, Sanju Samson membantu India memenangkan Piala Dunia. Oleh karena itu, staf pelatih menilai tidak adil untuk mencoretnya setelah hanya mendapat beberapa skor rendah. Samson berjuang di Irlandia dengan skor 5 dan 0, namun kesuksesan masa lalunya membuatnya tetap berada di tim untuk saat ini.

Sang asisten pelatih mengakui Sooryavanshi cukup berbakat untuk mencapai level tertinggi. Namun, dia bersikeras bahwa bocah asal Bihar itu harus menunggu dan menunggu. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan stabilitas dalam skuad.

Rahasia Latihan Brutal di Balik Kesuksesannya

Kesuksesan Sooryavanshi bukanlah sebuah keberuntungan. Pelatih masa kecilnya, Manish Ojha, baru-baru ini mengungkapkan rutinitas latihan yang melelahkan. Sejak usia delapan tahun, Vaibhav berlatih selama delapan jam setiap hari.

Rata-rata, remaja tersebut menghadapi lebih dari 600 bola per hari. Latihannya dimulai pada pukul 07.30 dan berlanjut hingga pukul 16.00. Ayahnya, Sanjeev, memainkan peran besar saat dia melakukan perjalanan 100 km setiap hari untuk membawanya ke akademi kriket yang lebih baik di Patna. Latihan berulang ini membantunya mengembangkan memori otot untuk mencapai angka enam yang besar.

Analisis Ilmiah Teknik Pukulannya

Analis kriket telah mempelajari mengapa seorang anak berusia 15 tahun bisa memukul bola sejauh ini. Tidak seperti banyak pemain lainnya, Vaibhav menggunakan fase pemuatan yang mirip dengan pemukul bisbol profesional. Dia memindahkan seluruh bebannya ke kaki belakangnya sebelum bola dilepaskan. Hal ini memungkinkannya untuk melilitkan tubuhnya seperti karet gelang dan mengeluarkan energi maksimal saat memukul bola.

Selain itu, ia memiliki back lift yang sangat tinggi. Di puncak ayunannya, pemukulnya mengarah ke pemain bowling, memberinya busur yang lebih panjang untuk menghasilkan tenaga. Dia lebih cepat dari rata-rata dalam segala hal, dengan data menunjukkan pengiriman yang baik dan pendek.

Sunil Gavaskar Mempertanyakan Panggilan Seleksi

Tidak semua orang setuju dengan pendekatan menunggu dan melihat yang dilakukan Ryan ten Doeschate. Mantan kapten India Sunil Gavaskar mengungkapkan keterkejutannya karena Sooryavanshi tidak melakukan debut di Irlandia. Gavaskar berpendapat bahwa seri Irlandia adalah kesempatan sempurna untuk memudahkannya memasuki dunia kriket internasional.

⭐ Vaibhav Sooryavanshi Tidak Melakukan Debut Di Irlandia Tidak Sesuai ‘Garis yang Diharapkan’: Gavaskar Harapkan Koreksi Lapangan Di Inggris | Jangkrik

Mantan Kapten India Sunil Gavaskar Berharap Vaibhav Sooryavanshi Melakukan Debut Melawan Inggris Dalam Seri Lima Pertandingan Mendatang. Itu… pic.twitter.com/RXqFAXPk9X

— BoAnalyst Sports (@BoAnalystSports) 29 Juni 2026

Sang legenda percaya bahwa bermain melawan tim yang lebih kecil seperti Irlandia akan mempersiapkannya menghadapi pertandingan yang lebih sulit melawan Inggris. Sementara itu, Gavaskar memperingatkan bahwa Sooryavanshi adalah pemain yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh para penyeleksi. Ia berharap remaja tersebut mendapat kesempatan pada lima pertandingan seri T20I mendatang di Inggris.

Apa Selanjutnya untuk Vaibhav Sooryavanshi?

Meski melewatkan pertandingan Irlandia, Sooryavanshi tetap masuk skuad untuk tur Inggris, yang dimulai pada 1 Juli di Durham. Jika Abhishek Sharma atau Sanju Samson terus kesulitan, tim mungkin akhirnya akan menyerahkan topinya kepada remaja tersebut.

Selain seri Inggris, Sooryavanshi juga menjadi bagian dari skuad India untuk Asian Games 2026 di Jepang. Jika dia segera melakukan debutnya, dia akan menjadi pemain kriket internasional termuda di India. Ia bahkan mampu mengalahkan rekor yang dipegang oleh sang legendaris Sachin Tendulkar.

Mengikuti Blog S9S9 untuk berita dan pembaruan olahraga lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version